GEOGRAFI POLITIK “PEMERSATU DAN PEMECAH BANGSA”

 

                                                                                          BAB III

                                                                                   PEMBAHASAN

  1. Pengertian Negara Menurut Para Ahli
  • Menurut John Locke(1632-1704) dan Rousseau(1712-1778), negara adalah suatu badan atau organisasi hasil dari pada perjanjian masyarakat.
  • Menurut Max Weber, negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.
  • Menurut Mac Iver, suatu negara harus mempunyai tiga unsur pokok, yaitu wilayah, rakyat dan pemerintahan.
  • Menurut Roger F. Soleau, negara merupakan alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama yang diatasnamakan masyarakat.
  1. Unsur-Unsur Pokok Terbentuknya Suatu Negara
  1. Penduduk

Penduduk adalah warga negara yang mempunyai tempat tinggal serta mempunyai kesepakatan diri untuk bersatu. Yang dimaksud dengan warga negara adalah penduduk asli Indonesia (pribumi) dan penduduk negara lain yang sedang berada di Indonesia untuk bisnis, wisata dan sebagainya.

  1. Wilayah

Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Dapat dikatakan menjadi unsur utama pembentuk negara apabila wilayah tersebut mempunyai batas atau teritorial yang jelas atas darat, laut dan udara.

  1. Pemerintah

Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu.

  1. Faktor Pemersatu Negara

Berikut ini merupakan faktor-faktor pemersatu Negara Indonesia sebagai perekat persatuan:

  1. Pancasila Sebagai Pemersatu Negara

 

Rumusan Pancasila yang dijiwai dengan sila-silanya merupakan konsepsi dasar untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia. Kemajemukan bangsa yang terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, adat dan agama mencerminkan kekayaan budaya nusantara. Untuk mewadahi keanekaragaman tersebut maka Pancasila berfungsi sebagai alat persatuan bangsa.

Dalam persatuan bangsa, setiap suku bangsa tetap memiliki ciri-ciri dan adat istiadat semula. Selain itu, dalam persatuan bangsa , satu suku bangsa menjadi lebih besar daripada sekadar satu suku bangsa yag bersangkutan karena dia mengatasnamakan bangsa secara keseluruhan. Misalnya suku bugis atau Batak manakala menyebutkan dirinya bangsa Indonesia serta merta memiliki ciri-ciri jauh lebih luas dan kompleks daripada suku Bugis atau Batak itu sendiri.

Sedangkan kesatuan bangsa berarti satu bangsa Indonesia dalam satu jiwa bangsa, seperti yang diputuskan dalam Konggres Pemuda pada tahun 1928, dalam keadaan utuh dan tidak boleh berkurang, baik sebagai subyek maupun obyek dalam penyelenggaraan kehidupan nasional. Kesatuan wilayah Indonesia berarti ‘satu wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke’ yang terdiri dari daratan , perairan, dan dirgantara diatasnya, seperti yang dinyatakan dalam deklarasi Juanda 1957 dalam keadaan utuh dan tidak boleh berkurang atau retak.

Bangsa Indonesia sama sekali tidak asing dengan konsep persatuan dan kesatuan karena disamping secara naluriah merupakan mahluk sosial, yaitu tidak dapat hidup menyendiri, bangsa Indonesia juga bersifat komunal. Hal ini dapat diamati dari sistem kemasyarakatan yang pada umumnya tetap mempertahankan struktur klan, marga, suku atau daerah asal. Dalam memecahkan masalah kehidupan , hal itu tetap tergambar dalam falsafah bahwa sapu lidi sebagai sapu lebih bermanfaat daripada sebagai lidi yang lepas dari ikatan. Semboyan, “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh “ merupakan semboyan orisinal bangsa Indonesia.

Persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatua wilayah sebagai konsep merupakan suatu kondisi dan cara terbaik untuk mencapai tujuan bersama. Suatu masyarakat yang didorong oleh keharusan pemenuhan kebutuhannya perlu bekerjasama atau bersatu dalam bekerja karena pada dasarnya mereka saling membutuhkan. Masyarakat juga perlu bersatu agar dapat menghimpun kekuatan untuk mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

Disamping itu, pencapaian suatu tujuan masyarakat dapat efektif bila dilakukan dalam satu tatanan atau suatu tata hubungan dalam masyarakat yang berada dalam satu kesatuan. Konsepsi persatuan dan kesatuan tidak saja berlaku secara nasional, tetapi juga diperlukan dalam lingkup regional dan global, yang wujudnya seperti ASEAN, APEC, WTO dan PBB.

  1. Nilai-nilai Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Di saat menipisnya nilai-nilai nasionalisme pada diri manusia Indonesia, berbagai hasutan dan isu-isu baik politik, ekonomi, pendidikan, agama dan sosial budaya dapat memicu timbulnya berbagai konflik di daerah-daerah Indonesia, hal inilah yang merupakan akar dari timbulnya disintegrasi. Keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) serta buruknya moral manusia Indonesia menyebabkan manusia Indonesia mudah dihasut dan dipofokatori yang tidak baik oleh bangsa lain. Bangsa Indonesia mudah diadu domba dan mempunyai sifat yang tidak stabil bila sudah terpengaruh oleh uang. Dengan uang manusia Indonesia mudah diubah dari yang berperangai baik menjadi tidak baik, bahkan ikatan persaudaraan bisa menjadi permusuhan.

Untuk itu perlu kiranya penegakan yang jelas atas alat pemersatu bangsa. Salah satunya adalah penegakkan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai norma-norma yang luhur dalam setiap aspek kehidupan seperti halnya yang telah dijaga oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak dulu. Pancasila bukan hanya sebuah bentuk filosofis bangsa Indonesia yang dikristalisasikan sebagai ideology Negara, tetapi Pancasila adalah tatanan hidup yang luhur dan merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh para pendiri bangsa kita.

Untuk itu seluruh elemen masyarakat harus memahami apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pemahaman untuk setiap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat diwujudkan melalui pendidikan kewarganegaraan. Namun, bagaimana dengan putra-putri Indonesia yang tidak bisa mengenyam pendidikan? Maka perlu ada perhatian khusus yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia.             Memprioritaskan anggaran belanja Negara sebesar 20% untuk dunia pendidikan rasanya kurang, karena sebenarnya yang bobrok adalah sistem pengaturan di Indonesia, sehingga walaupun anggaran untuk pendidikan dinaikkan tetap saja pendidikan di Indonesia tidak akan maju, karena banyak penyelewengan-penyelewengan dalam praktiknya. Maka inilah system regulasi Indonesia yang sangat bobrok, dan inilah juga yang memicu ketidak adilan bagi rakyat yang akhirnya memberikan celah disintegrasi bangsa untuk bernafas.

Namun dalam hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, seharusnya para pelajar, baik siswa maupun mahasiswa juga bertanggung jawab dalam memberikan contoh yang baik dalam pengamalan nilai pancasila. Kiranya perlu dibentuk sebuah organisasi yang mewadahi usaha-usaha pemerataan pendidikan. Mahasiswa lebih baik mebentuk suatu kelompok pemberi pendidikan gratis bagi rakyat yang tidak mampu, daripada melakukan demonstrasi yang ujung-ujungnya tindak anarkis.

Inilah beberapa nilai-nilai Pancasila yang yang seharusnya dipahami dan diamalkan oleh manusia Indonesia selurunya:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sila ini adalah:

  1. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
  3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
  4. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.
  1. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Makna sila ini adalah:

  1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
  2. Saling mencintai sesama manusia.
  3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  8. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
  1. Persatuan Indonesia

Makna sila ini adalah:

  1. Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Rela berkorban demi bangsa dan negara.
  3. Cinta akan Tanah Air.
  4. Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
  5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
  1. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sila ini adalah:

  1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
  2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
  4. Berembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
  1. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sila ini adalah:

  1. Bersikap adil terhadap sesama.
  2. Menghormati hak-hak orang lain.
  3. Menolong sesama.
  4. Menghargai orang lain.
  5. Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.
  1. Sinkronisasi antara Nasionalisme dengan Nilai-nilai Pancasila

Bangsa tidak akan pernah ada tanpa adanya rasa nosinalisme antar warganya. Maka Nasionalisme merupakan hal penting yang mengikat rasa senasib dan sepenanggung jawab terhadap bangsa dan Negara. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.

Bangsa Indonesia saat ini sangat kekurangan orang yang ber-nasionalisme tinggi, keadaan inilah yang memicu banyak konflik-konflik daerah akibat tidak adanya rasa nosionalisme pada diri pribadi. Persaan memiliki bangsa ini sudah lenyap, sehingga bertindak semena-mena dan tidak menghargai satu dengan yang lain.

Nasionalisme mengajarkan pada diri kita bahwa kita harus merasa memiliki bangsa ini, wilayah dan negara ini meskipun banyak kekurangan, namun juga dijiwai oleh semangat untuk memajukan bangsanya demi kelangsungan hidup generasi penerus bangsa. Nasionalisme mengajarkan kita untuk saling menghormati satu dengan yang lain meskipun berbeda suku, agama, ras, budaya, keyakinan dan pendapat, demi menjaga keutuhan bangsanya. Nasionalisme mengajarkan kita untuk bangga menjadi bagian dari negara

  1. Pemecah (Disintegrasi ) Negara

Potensi disintegrasi bangsa di Indonesia sangatlah besar hal ini dapat dilihat dari banyaknya permasalahan yang kompleks yang terjadi dan apabila tidak dicari solusi pemecahannya akan berdampak pada meningkatnya eskalasi konflik menjadi upaya memisahkan diri dari NKRI. Kondisi ini dipengaruhi pula dengan menurunnya rasa nasionalisme yang ada didalam masyarakat dan dapat berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan yang akhirnya mengarah kepada disintegrasi bangsa, apabila tidak cepat dilakukan tindakan-tindakan yang bijaksana untuk mencegah dan menanggulanginya sampai pada akar permasalahannya secara tuntas maka akan menjadi problem yang berkepanjangan.

Bentuk-bentuk pengumpulan massa yang dapat menciptakan konflik horizontal maupun konflik vertikal harus dapat diantisipasi guna mendapatkan solusi tepat dan dapat meredam segala bentuk konflik yang terjadi.  Kepemimpinan dari tingkat elit politik nasional hingga kepemimpinan daerah sangat menentukan untuk menanggulangi konflik pada skala dini.

Upaya mengatasi disintegrasi bangsa perlu diketahui terlebih dahulu karakteristik proses terjadinya disintegrasi secara komprehensif serta dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pada tahap selanjutnya.  Keutuhan NKRI merupakan suatu perwujudan dari kehendak seluruh komponen bangsa diwujudkan secara optimal dengan mempertimbangkan seluruh faktor-faktor yang berpengaruh secara terpadu, meliputi upaya-upaya yang dipandang dari aspek asta gatra.

  1. Fenomena Disintegrasi Bangsa

Bila dicermati adanya gerakan pemisahan diri sebenarnya sering tidak berangkat dari idealisme untuk berdiri sendiri akibat dari ketidak puasan yang mendasar dari perlakuan pemerintah terhadap wilayah atau kelompok minoritas seperti masalah otonomi daerah, keadilan sosial, keseimbangan pembangunan, pemerataan dan hal-hal yang sejenis.

Kekhawatiran tentang perpecahan (disintegrasi) bangsa di tanah air dewasa ini yang dapat digambarkan sebagai penuh konflik dan pertikaian, gelombang reformasi yang tengah berjalan menimbulkan berbagai kecenderungan dan realitas baru.  Segala hal yang terkait dengan Orde Baru termasuk format politik dan paradigmanya dihujat dan dibongkar. Bermunculan pula aliansi ideologi dan politik yang ditandai dengan menjamurnya partai-partai politik baru. Seiring dengan itu lahir sejumlah tuntutan daerah-daerah diluar Jawa agar mendapatkan otonomi yang lebih luas atau merdeka yang dengan sendirinya makin menambah problem, manakala diwarnai terjadinya konflik dan benturan antar etnik dengan segala permasalahannya.

Penyebab timbulnya disintegrasi bangsa juga dapat terjadi karena perlakuan yang tidak adil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah khususnya pada daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya/kekayaan alamnya berlimpah/ berlebih, sehingga daerah tersebut mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi. Selain itu disintegrasi bangsa juga dipengaruhi oleh perkembangan politik dewasa ini.

Dalam kehidupan politik sangat terasa adanya pengaruh dari statemen politik para elit maupun pimpinan nasional, yang sering mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa, sebagai akibat masih kentalnya bentuk-bentuk primodialisme sempit dari kelompok, golongan, kedaerahan bahkan agama.  Hal ini menunjukkan bahwa para elit politik secara sadar maupun tidak sadar telah memprovokasi masyarakat.  Keterbatasan tingkat intelektual sebagian besar masyarakat Indonesia sangat mudah terpengaruh oleh ucapan-ucapan para elitnya sehingga dengan mudah terpicu untuk bertindak yang menjurus kearah terjadinya kerusuhan maupun konflik antar kelompok atau golongan.

  1. Faktor Disintegrasi Bangsa ditinjau dari Asta Gatra

Astagatra merupakan gabungan dari aspek trigatra dan pancagatra yang mana antara keduanya terdapat hubungan yang bersifat timbal-balik dengan hubungan yang erat.

  1. Geografi

Indonesia yang terletak pada posisi silang dunia merupakan letak yang sangat strategis untuk kepentingan lalu lintas perekonomian dunia selain itu juga  memiliki berbagai permasalahan yang sangat rawan terhadap timbulnya disintegrasi bangsa. Dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan kondisi alamnya yang juga sangat berbeda-beda pula menyebabkan munculnya kerawanan sosial yang disebabkan oleh perbedaan daerah misalnya daerah yang kaya akan sumber kekayaan alamnya dengan daerah yang kering tidak memiliki kekayaan alam dimana sumber kehidupan sehari-hari hanya disubsidi dari pemerintah dan daerah lain atau tergantung dari daerah lain.

  1. Demografi

Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, sempitnya lahan pertanian, kualitas SDM yang rendah berkurangnya lapangan pekerjaan, telah mengakibatkan semakin tingginya tingkat kemiskinankarena rendahnya tingkat pendapatan, ditambah lagi mutu pendidikan yang masih rendah yang menyebabkan sulitnya kemampuan bersaing dan mudah dipengaruhi oleh tokoh elit politik/intelektual untuk mendukung kepentingan pribadi atau golongan.

  1. Kekayaan Alam

Kekayaan alam Indonesia yang melimpah baik hayati maupun non hayati akan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi negara Industri, walaupun belum secara keseluruhan dapat digali dan di kembangkan secara optimal namun  potensi ini perlu didayagunakan dan dipelihara sebaik-baiknya untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam peran sertanya secara berkeadilan guna mendukung kepentingan perekonomian nasional.

  1. Ideologi

            Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia dalam penghayatan dan pengamalannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila, bahkan saat ini sering diperdebatkan.  Ideologi pancasila cenderung tergugah dengan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mengedepankan faham liberal atau kebebasan tanpa batas, demikian pula faham keagamaan yang bersifat ekstrim baik kiri maupun kanan.

  1. Politik

Berbagai masalah politik yang masih harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia saat ini seperti diberlakukannya Otonomi daerah, sistem multi partai, pemisahan TNI dengan Polri serta penghapusan dwi fungsi BRI, sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara tuntas karena berbagai masalah pokok inilah yang paling rawan dengan konflik sosial berkepanjangan yang akhirnya dapat menyebabkan timbulnya disintegrasi bangsa.

  1. Ekonomi

            Sistem perekonomian Indonesia yang masih mencari bentuk, yang dapat pemberdayakan sebagian besar potensi sumber daya nasional, serta bentuk-bentuk kemitraan dan kesejajaran yang diiringi dengan pemberantasan terhadap KKN.  Hal ini dihadapkan dengan krisis moneter yang berkepanjangan, rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat pengangguran serta terbatasnya lahan mata pencaharian yang layak.

  1. Sosial Budaya

Kemajemukan bangsa Indonesia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan konflik etnis kultural.  Arus globalisasi yang mengandung berbagai nilai dan budaya dapat melahirkan sikap pro dan kontra warga masyarakat yang terjadi adalah konflik tata nilai.  Konflik tata nilai akan membesar bila masing-masing mempertahankan tata nilainya sendiri tanpa memperhatikan yang lain.

  1. Pertahanan dan Keamanan

Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring dengan perkembangan  kemajuan  ilmu  pengetahuan   dan   teknologi, informasi dan komunikasi.Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan bentuk ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.

  1. Proses Terjadinya Disintegrasi Bangsa

Disintegrasi bangsa dapat terjadi karena adanya konflik vertikal dan horizontal serta konflik komunal sebagai akibat tuntutan demokrasi yang melampaui batas, sikap primodialisme bernuansa SARA, konflik antara elite politik, lambatnya pemulihan ekonomi, lemahnya penegakan hukum dan HAM serta kesiapan pelaksanaan Otonomi Daerah.

Dari hasil penelitian diatas dapatlah dianalisis dengan menggunakan pisau astra gatra sebagai berikut :

  1. Geografi

Letak Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Daerah yang berpotensi untuk memisahkan diri adalah daerah yang paling jauh dari ibu kota, atau daerah yang besar pengaruhnya dari negara tetangga atau daerah perbatasan, daerah yang mempunyai pengaruh global yang besar, seperti daerah wisata, atau daerah yang memiliki kakayaan alam yang berlimpah.

  1. Demografi

Pengaruh (perlakuan) pemerintah pusat dan pemerataan atau penyebaran penduduk yang tidak merata merupakan faktor dari terjadinya disintegrasi bangsa, selain masih rendahnya tingkat pendidikan dan kemampuan SDM.

  1. Kekayaan Alam

Kekayaan alam Indonesia yang sangat beragam dan berlimpah dan penyebarannya yang tidak merata dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa, karena hal ini meliputi hal-hal seperti pengelolaan, pembagian hasil, pembinaan apabila terjadi kerusakan  akibat dari pengelolaan.

  1. Ideologi

Akhir-akhir ini agama sering dijadikan pokok masalah didalam terjadinya konflik di negara ini, hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap agama yang dianut dan agama lain. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan bijaksana pada akhirnya dapat menimbulkan terjadinya kemungkinan disintegrasi bangsa, oleh sebab itu perlu adanya penanganan khusus dari para tokoh agama mengenai pendalaman masalah agama dan komunikasi antar pimpinan umat beragama secara berkesinambungan.

  1. Politik

Masalah politik merupakan aspek yang paling mudah untuk menyulut berbagai ketidak nyamanan atau ketidak tenangan dalam bermasyarakat  dan  sering   mengakibatkan  konflik   antar  masyarakat  yang berbeda faham apabila tidak ditangani dengan bijaksana akan menyebabkan konflik sosial di dalam masyarakat.

Selain itu ketidak sesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan perbedaan kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada ketidak adilan didalam pengelolaan dan pembagian hasil atau hal-hal lain seperti perasaan pemerintah daerah yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, konflik antar partai, kabinet koalisi yang melemahkan ketahanan nasional dan kondisi yang tidak pasti dan tidak adil akibat ketidak pastian hukum.

  1. Ekonomi.

Krisis ekonomi yang berkepanjangan semakin menyebabkan sebagian besar penduduk hidup dalam taraf kemiskinan. Kesenjangan sosial masyarakat Indonesia yang semakin lebar antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin dan adanya indikasi untuk mendapatkan kekayaan dengan tidak wajar yaitu melalui KKN.

  1. Sosial Budaya.

Pluralitas kondisi sosial budaya bangsa Indonesia merupakan sumber konflik apabila tidak ditangani dengan bijaksana.  Tata nilai yang berlaku di daerah yang satu tidak selalu sama dengan daerah yang lain. Konflik tata nilai yang sering terjadi saat ini yakni konflik antara kelompok yang keras dan lebih modern dengan kelompok yang relatif terbelakang.

  1. Pertahanan Keamanan.

Kemungkinan disintegrasi bangsa dilihat dari aspek pertahanan keamanan dapat terjadi dari seluruh permasalahan aspek asta gatra  itu sendiri.   Dilain pihak turunnya wibawa TNI dan Polri akibat kesalahan dimasa lalu dimana TNI dan Polri digunakan oleh penguasa sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya bukan sebagai alat pertahanan dan keamanan negara.

  1. Kebijakan Penanggulangan Integrasi

Adapun kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh upaya integrasi nasional adalah sebagai berikut :

  • Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
  • Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.
  • Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.
  • Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif.
  1. Strategi Penanggulangan Disintegrasi

Adapun strategi yang digunakan dalam penanggulangan disintegrasi bangsa antara lain :

  • Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan setanah air dan rasa persaudaraan, agar tercipta kekuatan dan kebersamaan di kalangan rakyat Indonesia.
  • Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya primodialisme sempit pada setiap kebijaksanaan dan kegiatan, agar tidak terjadi KKN.
  • Meningkatkan ketahanan rakyat dalam menghadapi usaha-usaha pemecahbelahan dari anasir luar dan kaki tangannya.
  • Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan implementasi butir-butir Pancasila, dalam rangka melestarikan dan menanamkan kesetiaan kepada ideologi bangsa.
  • Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal kompromi.
  • Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis.
  • Melarang, dengan melengkapi dasar dan aturan hukum setiap usaha untuk menggunakan kekuatan massa.
  1. Upaya Penanggulangan Disintegrasi

Dari hasil analisis diperlukan suatu upaya pembinaan yang efektif dan berhasil, diperlukan pula tatanan, perangkat dan kebijakan yang tepat guna memperkukuh integrasi nasional antara lain :

  • Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.
  • Menciptakan kondisi dan membiasakan diri untuk selalu membangun consensus.
  • Membangun kelembagaan (pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.
  • Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan bijaksana, serta efektif.
  1. Bahaya Perpecahan Suatu Negara

Faktor yang dapat menyebabkan perpecahan suatu negara ada dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Pertama faktor eksternal yaitu Negara atau kekuatan diluar Indonesia yang menginginkan kita pecah, karena takut Indonesia akan menjadi Negara besar. Kedua adalah faktor internal yaitu orang kita sendiri yang tidak mempunyai rasa cinta tanah air, hanya memikirkan diri dan kelompoknya.

Contoh Negara yang pecah/dipecah sudah ada. Sebagai sebuah negara super power saja Uni Soviet akhirnya pecah menjadi 15 negara, Yugoslavia yang saat itu persatuannya mirip Indonesia pecah menjadi 6 negara, Chekoslovakia pecah penjadi 2 negara. Bagaimana Indonesia?. Salah satu sumber perpecahan yang pertama-tama harus kita waspadai adalah UUD 1945. Sebagai sebuah hukum dasar yang tertulis, maka semua perundang-undangan mengacu kepada UUD 1945.

Sejak pergerakan arus reformasi, UUD 1945 telah diamandemen sebanyak empat kali. Dari perubahan tersebut, maka berjalanlah sistem demokrasi seperti yang dirumuskan oleh para pemrakarsa dan pelaku perubahan sesuai dengan pengetahuan, keinginan, dan kepentingan masing-masing. Banyak yang menilai hingga kini pelaksanaan demokrasi banyak kacaunya, rakyat hidup tidak tenang, susah, lebih banyak protes dan berkelahinya daripada hidup tenang dan berkecukupan. Pembelaan mudah dikatakan, masih dalam konsolidasi demokrasi.

Ada yang menarik dari hasil pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Dewan Perwakilan Daerah. Pemerintah dan DPD menggelar rapat konsultasi tentang penyempurnaan sistem ketatanegaraan, pemerintahan dan hukum dalam UUD. Pemerintah mengusulkan akan membentuk panitia atau komisi oleh mereka yang ahli ketatanegaraan dan pemerintahan, ditunjuk dari mereka tidak terlibat politik praktis.

Kewaspadaan dan tindakan pemerintah ini mungkin merupakan salah satu langkah yang akan menyelamatkan bangsa Indonesia dari sumber perpecahan. Merupakan kebutuhan pokok bangsa Indonesia dalam menyediakan pondasi konstitusi yang lebih kokoh dalam penyelenggaraan Negara. Suatu pondasi yang kokoh dan dengan pemikiran strategis (jauh kedepan) dalam penyempurnaan UUD 1945.

Hal ini sangat penting, bukan hanya dipikirkan bagaimana Negara ini berjalan dan diatur dengan sistem demokrasi yang modern, tetapi yang jauh lebih penting dipikirkan apa kira-kira ekses yang akan muncul. Salah satu contoh seperti kata Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita, melihat pasal 18 UUD 1945, kesalahan kita adalah cara kita menjalankan sistem, bukan demokrasinya yang salah. Kerawanan-kerawanan seperti itulah yang harus dipikirkan benar apabila akan dilakukan perubahan UUD 1945. Kita tidak bisa melakukan perubahan sebuah dasar Negara dengan adanya sedikitpun perasaan emosional.

Ancaman dari luar terhadap bangsa dan Negara Indonesia kini bukanlah serangan bersenjata atau kekuatan militer lagi. Serangan ditujukan secara perlahan, profesional, wajar tetapi langsung menyerang intinya yaitu cara berfikir dan alam bawah sadar para pelaku dan elit negeri ini. Kalau dahulu yang menjadi sasaran mereka dan di “counter” pemerintah orde baru adalah SARA (suku, agama, ras dan antar golongan). Kini digeser targetnya kemasalah politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Dibidang politik, dimasukkan ide-ide pemikiran demokrasi modern. Negara Barat selalu berusaha mempengaruhi, agar Negara non barat menggunakan sistem mereka yaitu demokrasi modern/demokrasi liberal. Dimunculkan ide keinginan mengubah NKRI menjadi sebuah Negara Federal pada tahun 2000, otonomi daerah, perubahan UUD 1945, penggeseran peran Pancasila sebagai falsafah Negara, dilakukannya pilkada langsung.

Dibidang ekonomi, perekonomian rakyat dibuat menjadi semakin sulit, belum selesainya penanganan kasus-kasus korupsi besar seperti BLBI, munculnya fanatisme kedaerahan yang besar dari hasil penerapan otonomi daerah. Dalam bidang sosial budaya, dihembuskannya ruang kebebasan dan kedaulatan rakyat dalam berdemokrasi dan memperjuangkan hak asasinya, mempengaruhi budaya hilangnya rasa saling menghormati, tidak menghormati yang lebih tua dan pemimpin, bahkan pimpinan nasional.

Dan jangan dilupakan kebebasan pers yang bebas sekali juga mempunyai pengaruh besar dalam masalah ini. Kebebasan adalah suatu kenikmatan, setiap orang kalau boleh ingin bebas, berbuat apa saja. Tapi kalau bebas yang bisa menghancurkan untuk apa?. Kalau kita amati, pelajari dan renungkan apa yang terjadi sekarang ini sebenarnya adalah sebuah design khusus. Sesuatu yang diciptakan khusus untuk rakyat Indonesia dan para elit oleh suatu konspirasi global yang bersembunyi dalam kegiatan operasi tertutup.

Rangkaian serupa juga terjadi saat terjadinya serangan bom bunuh diri yang kadang kita tidak mengerti kenapa tiba-tiba ada bom bunuh diri disini?. Dua aktor utamanya yang orang asing tetap misterius, kita tidak tahu siapa “principle agent” nya. Kita sedang dijadikan target sebuah operasi penggalangan, dengan tujuan akhir melemahkan dan memecah Indonesia. Walaupun tidak sampai dijadikan sebuah Negara gagal, kita tetap akan dipecah.

Dimulai dengan perpecahan kecil, perbedaan pendapat yang akan terus dibesarkan, arus kebebasan yang dijuruskan kepada tindakan anarkhis, diturunkannya kewibawaan pemerintah, munculnya kesulitan yang akan terus mendera rakyat. Dalam kondisi tersebut, pemerintah sulit bergerak, karena sudah dikunci kekuasaan dan kewenangannya oleh sebuah sistem.

Pimpinan, aparat dan abdi pemerintah banyak yang gamang dalam mengambil keputusan, takut salah dan takut tidak popular. Itulah sedikit gambaran bahaya yang dihadapi bangsa Indonesia dalam menapak kedepan. Kalau kita tidak hati-hati dan menyadari ancaman dan bahaya yang tertuju pada bangsa ini, maka pada masa transisi satu dua pemilu kedepan kita akan dapat pecah.

Kita jangan terbuai dengan yang namanya kebebasan. Bukan tidak mungkin akan terjadi seperti kasus pilkada sulawesi selatan yang berakhir dilapangan, dipengadilan dan Mahkamah Agung pada pemilihan Presiden 2009. Apabila terjadi stuck, kemudian masuk di Mahkamah Agung, bisa-bisa terjadi seperti kasus pemilu di Kenya yang menelan korban 800 lebih. Reformasi dan demokrasi kita akan tercederai, terus siapa yang akan ditunjuk sebagai PJS Presiden?.

Masa transisi yang baru berjalan 10 tahun dipandang belum cukup aman bagi bangsa kita untuk selamat menapak kedepan. Mayoritas pendidikan rakyat kita masih sangat rendah. Oleh karena itu para elit diharapkan berbuat yang terbaik untuk bangsa ini, terlebih bagi mereka yang masih memegang amanah.

Iklan

GEOGRAFI DESA DAN KOTA TATA EKOLOGI KOTA

Definisi Kota

  • Menurut UU No. 22 th. 1999 Tentang Otonomi Daerah

Kota adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.

  • Bintarto

Kota sebagai kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen serta coraknya materialistis. Masyarakat kota terdiri atas penduduk asli daerah tersebut dan pendatang. Masyarakat kota merupakan suatu masyarakat yang heterogen, baik dalam hal mata pencaharian, agama, adat, dan kebudayaan.

 

Definisi Ekologi

Kota yang secara ekologis dikatakan kota yang sehat. Artinya adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Pengertian yang lebih luas ialah adanya hubungan timbal balik antara kehidupan kota dengan lingkungannya. Secara mendasar kota bisa dipandang fungsinya seperti suatu ekosistem.

 

                                                                                        BAB III

                                                                                PEMBAHASAN

 

 

  1. PRINSIP PERENCANAAN KOTA EKOLOGI

Pada perancangan kota ekologi, ada tiga prinsip utama yang harus dipenuhi yaitu:

(1) kesesuaian dengan iklim;

(2) efisiensi sumberdaya, dan

(3) efisiensi energi.

Ketiga prinsip tersebut mendasari semua komponen perancangan kota ekologi, yang saling berintegrasi. Keterpaduan anta komponen dalam perancangan kota ekologi merupakan salah satu jalan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan. Adapun komponen perancangan kota ekologi terdiri dari:

(1) tata guna tanah,

(2) bangunan,

(3) transportasi,

(4) infrastruktur,

(5) lansekap kota.

 

  1. UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK PEMBANGUNAN TATA EKOLOGI KOTA

Pada tata guna tanah, beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam perancangan kota ekologi adalah:

(1) tata guna tanah campuran,

(2) pemakaian lahan dengan lebih kompak,

(3) integrasi antara tata guna tanah dan intrastruktur,

(4) pemakian lahan untuk kegiatan skala kecil dan,

(5) lebih banyak disediakan ruang terbuka.

Tata guna tanah adalah rangkaian kegiatan penataan, penyediaan, peruntukan dan penggunaan tanah secara berencana dalam rangka melaksanakan pembangunan nasional.

Tata guna tanah adalah usaha untuk menata proyek-proyek pembangunan, baik yang diprakarsai pemerintah maupun yang tumbuh dari prakarsa dan swadaya masyarakat sesuai dengan daftar sekala prioritas, sehingga di satu pihak dapat tercapai tertib penggunaan tanah, sedangkan di pihak lain tetap dihormati peraturan perundangan yang berlaku.

Dari beberapa definisi tersebut dapat diambil unsur-unsur yang ada, yaitu:

  1. Adanya serangkaian kegiatan.

Yang meliputi pengumpulan data lapangan yang menyangkut tentang penggunaan, penguasaan, dan kemampuan fisik tanah, pembuatan rencana/pola penggunaan tanah untuk kepentingan pembangunan dan pengawasan serta keterpaduan di dalam pelaksanaanya.

  1. Penggunaan tanah harus dilakukan secara berencana.

Ini mengandung konsekuensi bahwa penggunaan tanah harus dilakukan atas dasar prinsip-prinsip tertentu.Prinsip-prinsip tersebut ialah lestari, optimal, serasi dan seimbang.

  1. Adanya tujuan yang hendak dicapai.

Ialah untuk tercapainya sebesar-besar kemakmuran rakyat menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Pada komponen bangunan, rancangan bangunan harus dipikirkan secara menyeluruh.Dari sudut pandang ini kita dapat mengkaji bagaimana tapak, bentuk, material dan struktur bangunan dapat dipakai untuk mengurangi konsumsi energi, tetapi tetap nyaman dipakai. Menurut Vale dan Vale (1992) beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mencapai bangunan hijau adalah:

(1) konservasi energi,

(2) kesesuaian dengan iklim,

(3) mengurangi pemakaian sumberdaya baru,

(4) memperhatikan tapak,

(5) memperhatikan pemakai, dan

(6) dirancang secara menyeluruh.

Komponen kota ekologi berikutnya adalah transportasi. Blowers (1993) menekankan adanya empat prinsip mekanisme yang diperlukan untuk mencapai strategi transportasi berkelanjutan yaitu:

  • mekanisme aturan yang bertujuan membatasi tingkat polusi yang dihasilkan oleh kendaraan,
  • mekanisme financial, melalui pajak-pajak energi, meliputi pajak pemakaian bahan baker dan pengeluaran emisi ke udara,
  • mendorong dilakukannya penelitian dan pengembangan terhadap kendaraan yang efisien dalam pemakaian bahan baker, serta alternative teknologi transportasi,
  • adanya integrasi dalam perencanaan tata guna tanah dan transportasi, untuk meminimalkan jarak capai, mendorong dipakainya transportasi umum, serta meningkatkan kemudahan pencapaian terhadap fasilitas transportasi.

Komponen lansekap kota terdiri atas ruang terbuka, pemanfaatan tanaman, pertanian kota dan hutan kota. Segala infrastruktur yang berkaitan dengan kota ekologi harus diperhatikan dan dipertimbangkan dengan teliti dan akurat.

 

Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhan mereka (Wiryono, 2007). Dengan kata lain pembangunan berkelanjutan memanfaatkan sumberdaya secara bijaksana, sehingga sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat dinikmati oleh generasi seterusnya.

Kota yang secara ekologis dikatakan kota yang sehat. Artinya adanya keseimbangan antara pembangunan dan perkembangan kota dengan kelestarian lingkungan. Pengertian yang lebih luas ialah adanya hubungan timbal balik antara kehidupan kota dengan lingkungannya. Secara mendasar kota bisa dipandang fungsinya seperti suatu ekosistem. Ekosistem kota memiliki keterkaitan sistem yang erat dengan ekosistem alami.

Kota Ekologis di beberapa kota diwujudkan dalam bentuk program-program yang bertujuan untuk mencapai ‘kota hijau’. Program kota hijau merupakan program yang menyatakan perlunya kualitas hidup yang lebih baik serta kehidupan yang harmonis dengan lingkungannya bagi masyarakat kota. Program-program kota hijau diantaranya tidak hanya terbatas untuk mengupayakan penghijauan saja akan tetapi lebih luas untuk mengupayakan konversi energi yang dapat diperbaharui, membangun transportasi yang berkelanjutan, memperluas proses daur ulang, memberdayakan masyarakat, mendukung usaha kecil dan kerjasama sebagai tanggung jawab sosial, memugar tempat tinggal liar, memperluas partisipasi dalam perencanaan untuk keberlanjutan, menciptakan seni dan perayaan yang bersifat komunal.

  1. KONSEP DAN VISI KOTA EKOLOGI

Sumbangan pemikiran terhadap konsep kota yang berwawasan lingkungan memberikan pengertian yang luas. Pemahaman yang sinonim dengan konsep kota yang berkelanjutan, melahirkan istilah kota ekologis serta istilah lain yang dikenal dengan kota hijau dan kota organik. Selanjutnya menurut Hill (1992) bahwa kota seharusnya didorong untuk mendukung kebutuhan manusia secara organik dan pemenuhan diri secara terus menerus sampai mencapai tingkatan yang tertinggi, dimana lingkungan yang dibangun mendukung dan menegaskan secara positif mengenai pembangunan manusia dan pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Melibatkan alam dalam membangun kota, seperti yang diusulkan Ebenezer Howard (1898) menjadi landmark dalam perencanaan kota, kemudian konsep tersebut dikenal dengan konsep kota taman. Howard dengan konsepnya tersebut memandang bahwa kota dengan skala yang besar tidak akan memberikan tempat yang cocok untuk tinggal, dimana ia mengindikasikan kota yang besar sebagai bentuk rencana yang tidak ideal, lingkungan yang tidak sehat sehingga kota tersebut akan mati. Kota taman yang dimaksudkan Howard, memiliki batasan-batasan dimana ia menyarankan jumlah penduduk sebanyak 32.000 jiwa dalam lahan seluas kurang lebih 405 ha (4.050.000 m²) dan lahan tersebut dilingkupi oleh lingkungan hijau yang luas.

Sementara Pattrick Geddes (1915) percaya bahwa perencanaan kota didasarkan pada pengetahuan tentang alam dan sumber daya suatu wilayah. Misalnya secara khusus ia memandang kawasan lembah sungai sebagai unit alami untuk menguji berbagai aktivitas yang berbeda terkait dengan kota. Dan juga Geddes sudah meramalkan adanya pengaruh yang penting tentang perkembangan kota yang terdesak oleh teknologi dan mode transportasi. Ramalan tersebut ada benarnya, seperti halnya yang terjadi saat ini. Lebih lanjut menurutnya bahwa dengan adanya perembetan kota tersebut maka menyebabkan penggunaan sumber daya dan enegi menjadi tidak teratur dan menjauhkan diri manusia dari alam. Dengan demikian hal ini akan sangat penting untuk membawa kembali alam ke dalam kota.

Berbeda dengan Howard yang kurang menerima kota dengan skala besar karena dianggap tidak ideal, maka Alexander (1967, 1969) berpendapat bahwa kota besar bisa ditentukan melalui pusat-pusat kota yang saling berhubungan dan mendukung kota serta pertumbuhannya berdasarkan perkembangan organik pada tingkat distrik dalam suatu kota.

Sejalan dengan pendapat Howard dan Geddes, Lewis Mumford (1961) menggabungkan konsep tersebut dengan menyertakan elemen ikatan sosial untuk menciptakan hubungan yang langsung antara kawasan ekologis dengan wilayah perkembangan kota. Usulan Mumford melibatkan konsep baru tentang kota taman, pembangunan kota yang desentralistik, dan lokasi yang terletak di kawasan lembah sungai (Hill, 1992). Lebih detail mengenai konsep kota ekologis, Ian McHarg(1969) menunjukkan tema ‘desain dengan alam’, sama halnya dengan Geddes, ia mendukung adanya pengujian terhadap kondisi alam suatu kawasan sebelum mengajukan pembangunan suatu kota. Hal yang berbeda dengan Howard, Mumford dan Alexander adalah bahwa McHarg memiliki perhatian yang kecil pada interaksi manusia, perkembangan distrik, hirarki wilayah dan prinsip umum tentang bentuk kota, dimana lingkungan alami dirubah berdasarkan produk rencana yang disiapkan yaitu berupa blueprint.

Implikasi dari pendekatan-pendekatan yang disampaikan Howard, Geddes, Mumford dan McHarg, adalah menghindari pembangunan kawasan yang tidak terbangun. Secara khusus, hal ini menekankan pada kebutuhan terhadap rencana pengembangan kota dan kota-kota baru yang memperhatikan kondisi ekologis lokal serta bertujuan untuk meminimalkan dampak yang merugikan dari pengembangan kota. Selanjutnya juga memastikan pengembangan kota yang dengan sendirinya menciptakan aset alami lokal.

Sinergi dengan pendekatan-pendekatan tersebut dimana substansinya secara jelas menerangkan konsep kota alami untuk menuju kota yang berwawasan lingkungan (ekologis). Konsep-konsep tersebut tercermin dalam perumusan visi tentang kota ekologis dimana hal tersebut digambarkan dengan beberapa visi yang mendukung eksistensi dan tujuan kota ekologis. Visi tentang kotaekologis yang dimaksud adalah menciptakan kota yang selaras, serasi dengan alam dan lingkungannya. Dimana pandangan-pandangan yang berkembang sesuai dengan visi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Perencanaan perumahan yang diadaptasikan dengan alam dan mempertimbangkan faktor-faktor biologis
  • Keseimbangan ruang-ruang kota dan desa tanpa saling bertentangan
  • Perencanaan area bangunan dan perumahan yang selaras dengan iklim
  • Upaya desentralisasi terhadap sistem penyediaan energi yang selaras dengan sistem kehidupan
  • Pertanian yang tersebar mengikuti kontur alami dari lahan
  • Pola jalan-jalan yang menyesuaikan dengan kondisi lahan
  • Perlindungan suatu lahan untuk memelihara evolusi alami
  • Sungai penyangga yang menjaga kemampuan alami untuk recovery dan self-regulation
  • Perlindungan permukaan lahan melalui rencana transportasi yang cocok
  • Desain yang menyatu dengan sejarah dan karakteristik local
  • Variasi desain yang fleksibel menyatu dengan pengalaman penghuni
  • Komunitas yang koopratif dan hubungan yang baik
  • Desain yang memelihara lansekap alami
  • Zoning dan gaya bangunan yang beradaptasi dengan iklim
  • Preservasi pusat kota
  • Desain ruang untuk pedestrian/jalan yang tidak menutup secara total dari permukaan lahan
  • Ruang-ruang mix-used untuk tempat tinggal, bekerja dan kegiatan lainnya
  • Menciptakan ruang kehidupan untuk manusia, binatang dan tumbuhan
  • Kota sebagai ekosistem dari elemen-elemen yang menyatu
  • Kota merupakan gambaran kehidupan

Dengan demikian secara praktis kota ekologis merupakan kota yang mengurangi beban dan tekanan lingkungan, meningkatkan kondisi tempat tinggal dan membantu mencapai pembangunan berkelanjutan termasuk peningkatan kota yang komprehensif. Kota ekologis melibatkan perencanaan dan manajemen lahan dan sumberdaya serta implementasi peningkatan lingkungan secara terukur.

 

 

 

                                                                                   KESIMPULAN

 

  • Pada perancangan kota ekologi, ada tiga prinsip utama yang harus dipenuhi adalah kesesuaian dengan iklim, efisiensi sumberdaya dan efisiensi energi. Ketiga prinsip tersebut mendasari semua komponen perancangan kota ekologi, yang saling berintegrasi. Sedangkan komponen perancangan kota ekologi adalah tata guna tanah, bangunan, transportasi, infrastruktur,lansekap kota.
  • Tata guna tanah adalah usaha untuk menata proyek-proyek pembangunan, baik yang diprakarsai pemerintah maupun yang tumbuh dari prakarsa dan swadaya masyarakat sesuai dengan daftar sekala prioritas, sehingga di satu pihak dapat tercapai tertib penggunaan tanah.
  • Blowers (1993) menekankan adanya empat prinsip mekanisme yang diperlukan untuk mencapai strategi transportasi berkelanjutan yaitu:
  • mekanisme aturan yang bertujuan membatasi tingkat polusi yang dihasilkan oleh kendaraan,
  • mekanisme financial, melalui pajak-pajak energi, meliputi pajak pemakaian bahan baker dan pengeluaran emisi ke udara,
  • mendorong dilakukannya penelitian dan pengembangan terhadap kendaraan yang efisien dalam pemakaian bahan baker, serta alternative teknologi transportasi,
  • adanya integrasi dalam perencanaan tata guna tanah dan transportasi, untuk meminimalkan jarak capai, mendorong dipakainya transportasi umum, serta meningkatkan kemudahan pencapaian terhadap fasilitas transportasi.
  • Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhan mereka (Wiryono, 2007). Dengan kata lain pembangunan berkelanjutan memanfaatkan sumberdaya secara bijaksana, sehingga sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat dinikmati oleh generasi seterusnya. Kota Ekologis di beberapa kota diwujudkan dalam bentuk program-program yang bertujuan untuk mencapai ‘kota hijau’.
  • Menurut Hill (1992) bahwa kota seharusnya didorong untuk mendukung kebutuhan manusia secara organik dan pemenuhan diri secara terus menerus sampai mencapai tingkatan yang tertinggi, dimana lingkungan yang dibangun mendukung dan menegaskan secara positif mengenai pembangunan manusia dan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
  • Sedangkan visi tentang kota ekologis adalah menciptakan kota yang selaras, serasi dengan alam dan lingkungannya. Dengan demikian secara praktis kota ekologis merupakan kota yang mengurangi beban dan tekanan lingkungan, meningkatkan kondisi tempat tinggal dan membantu mencapai pembangunan berkelanjutan termasuk peningkatan kota yang komprehensif. Kota ekologis melibatkan perencanaan dan manajemen lahan dan sumberdaya serta implementasi peningkatan lingkungan secara terukur.

Daftar Acuan

http://archzal.blogspot.com/2011/01/kota-ekologi.html

Kerugian Akibat Erupsi Sinabung Capai Rp 1,49 Triliun

1937083AwanPanasSinabung081434282560-preview780x390

DEDY SINUHAJI Warga mengendarai sepeda motor meninggalkan desa saat terjadi erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukandebi, Karo, Sabtu (13/6/2015).

MEDAN, KOMPAS.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan dampak kerugian akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mencapai lebih dari Rp 1,49 triliun.

Dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Minggu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, perkiraan itu merupakan perhitungan sementara akibat erupsi yang mulai terjadi pada 15 September 2013.

Kerugian dan kerusakan terbesar ada di sektor ekonomi produktif, meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, pariwisata, perikanan, UKM, dan industri yang diperkirakan mencapai Rp 896,64 miliar.

Sementara kerugian dan kerusakan lain meliputi sektor permukiman Rp 501 miliar, infrastruktur Rp 23,65 miliar, sosial Rp 53,43 miliar, dan lintas sektor Rp 18,03 miliar.

Nilai kerugian kemungkinan bisa bertambah karena aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat dan ada lebih dari tiga juta meter kubik material erupsi yang ada di atas gunung dan dapat meluncur menjadi lahar hujan.

“Aktivitas Gunung Sinabung masih berlangsung. Tidak ada yang tahu sampai kapan erupsi Gunung Sinabung berakhir,” katanya.

Menurut dia, aktivitas erupsi Gunung Sinabung di Karo tetap tinggi dan pada Sabtu (13/6/2015) terjadi enam kali erupsi yang materialnya menuju ke arah tenggara sejauh 3 km.

Pada Sabtu pukul 21.40 WIB, sekitar 200 jiwa dari Desa Sukanalu diperintahkan untuk mengungsi karena meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung tersebut.

Hingga Minggu, terdapat 2.785 jiwa pengungsi yang berasal dari Desa Gurukinayan, Tiga Pancur, Pintu Besi, Sukanalu, dan Berastepu.

Sementara itu, ada 6.179 warga lain yang tinggal di hunian sementara yang tempat tinggal dan lahan pertaniannya disewakan pemerintah sejak Juni 2014.

BNPB telah menyusun rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana erupsi Sinabung, khususnya terkait relokasi pengungsi.

BNPB juga melakukan percepatan pembangunan, termasuk mengatasi berbagai masalah seperti keterbatasan lahan yang menyulitkan pembangunan relokasi.

Sumber :

Hindra Liauw. 2015 http://regional.kompas.com/read/2015/06/15/05213491/Kerugian.akibat.Erupsi.Sinabung.Capai.Rp.1.49.Triliun. Kompas medan.

Gunung Sinabung Meletus Lagi

Pejabat di pos pemantauan Sinabung mengatakan abu panas hari Sabtu (13/6) bergerak menuruni lereng gunung sejauh tiga kilometer ke arah tenggara.

FOTO-GUNUNG-SINABUNG-MELETUS-_-Sinabung-Menggeliat-Ini-Foto-Fotonya…

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, provinsi Sumatera Utara telah meletus dan memuntahkan abu vulkanik hari Sabtu (13/6).

Pihak berwenang dengan seksama telah memantau gunung setinggi 2.460 meter itu sejak tanggal 2 Juni, ketika statusnya dinaikkan ke tingkat waspada tertinggi karena ukuran kubah lava gunung itu yang membesar.

Wendy Cahya, seorang pejabat di pos pemantauan gunung itu mengatakan abu panas hari Sabtu bergerak menuruni lereng gunung sejauh tiga kilometer ke arah tenggara.

Gunung Sinabung termasuk di antara sekitar 130 gunung berapi aktif di Indonesia, yang rentan dengan gejolak seismik karena lokasinya di kawasan yang disebut “Cincin Api” Pasifik.

Gunung berapi ini telah meletus beberapa kali sejak 2010, setelah tidak aktif selama 400 tahun. Letusan tahun lalu menewaskan sedikitnya 17 orang.

Sumber :

VOA Indonesia. 2015 http://www.voaindonesia.com/content/gunung-sinabung-meletus-lagi-/2821108.html

Pencemaran Udara Di Kota Banjarmasin

Hasil pemantauan Bapedalda Kalsel pada akhir Agustus 2008 terhadap kualitas udara berdasarkan sampel yang diamati pada tiga titik; kawasan Gubernur Kalsel, Jalan A. Yani Km. 6, dan Jalan A. Yani Km. 17, sebenarnya tidak tepat dijadikan dasar data untuk mengatakan kualitas udara di Kalsel termasuk dalam kategori tidak sehat (Radar Banjarmasin, 17 Oktober 2008: 14). Berdasarkan titik pengambilan sampel, lebih tepat untuk mengatakan bahwa kualitas udara di Banjarmasin (dan sekitarnya) tidak sehat bagi masyarakat.

Kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, berdasarkan definisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) adalah tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Pemantauan Bapedalda Kalsel tersebut adalah pemantauan secara acak (grab sampling) yang sifatnya sesaat berdasarkan keperluannya. Hasil pemantauan kualitas udara tersebut menunjukkan bahwa kandungan debu (PM10) terhadap udara sangat jauh berada di atas baku mutu yang hanya 230 ug/m2. Begitu juga dengan kandungan karbon monoksida (CO) dari hasil pemantauan yang rata-rata di atas 500 mg/m2, padahal normalnya hanya 30 mg/m2. Sedangkan kandungan timah hitam (Pb) masing-masing 3,55 mg/m2, 2,83 mg/m2, dan 2,68 mg/m2 yang melebihi baku mutu yang hanya 2,0 mg/m2. Kadar timbal yang tinggi ini tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian Salmani (2006) pada Pascasarjana Unlam Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSDAL) tentang Hubungan Volume Arus Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Dengan Kadar Timbal (Pb) di Udara Kota Banjarmasin, yang menunjukkan bahwa kendaraan berat (heavy vehicle) jenis truk dan bus yang paling dominan memberikan kontribusi terhadap polutan kadar Timbal di udara Kota Banjarmasin.

Pencemaran udara diakibatkan oleh lepasnya zat pencemar ke udara dari berbagai sumber, baik bersifat alami maupun aktivitas manusia (antropogenik). Berdasarkan PP No. 41 tahun 1999 mengenai pengelolaan udara, sumber pencemar didefinisikan sebagai setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Peraturan Pemerintah ini menggolongkan sumber pencemar dalam 5 kelompok, yaitu: (1) sumber bergerak, misal kendaraan bermotor, (2) sumber bergerak spesifik, misal kereta api, (3) sumber tidak bergerak, sumber emisi yang tetap pada suatu tempat, (4) sumber tidak bergerak spesifik, seperti kebakaran hutan dan pembakaran sampah, dan (5) sumber gangguan, atas penggunaan media udara atau padat dalam penyebarannya, seperti kebisingan, getaran, dan bau.

Di kota-kota besar di Indonesia, pencemaran udara yang terjadi lebih didominasi emisi pencemar udara yang berasal dari sumber bergerak. Hal ini tidak berbeda dengan udara Kota Banjarmasin (dan sekitarnya), sebagaimana hasil pamantauan Bapedalda Kalsel terhadap kualitas udara di beberapa titik yang dijadikan sampel, yang ternyata melebihi ambang batas baku mutu udara. Kendaraan bermotor, sebagai sumber bergerak, dapat menyumbang 70 persen dari pencemar PM10 dan NOX yang ada terjadi di perkotaan. Kota Banjarmasin dan sekitarnya, sebenarnya sudah terserang penyakit perkotaan; kemacetan dan padatnya jumlah kendaraan bermotor, yang menjadikan sumber bergerak pencemar udara semakin mendominasi.

Kondisi udara yang tercemar dengan kategori tidak sehat tersebut, tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat di wilayah itu. Kadar debu yang melebihi baku mutu udara sangat potensial menyebabkan masyarakat terserang penyakit seperti ISPA dan penyakit lainnya. Sedangkan akumulasi kadar Timbal (Pb) dalam darah yang tinggi sangat membahayakan tubuh, seperti kanker, tulang sakit, dan gangguan terhadap perkembangan sistem syaraf pusat dan fungsi kognitif.

Dampak yang paling parah dari pencemaran udara lebih banyak mengancam masyarakat hampir secara keseluruhan, kecuali kelompok masyarakat yang menghasilkan pencemar udara. Masyarakat yang terkena dampaknya harus mengeluarkan biaya dalam mengatasi dampak, khususnya yang berkenaan dengan biaya kesehatan, karena masyarakat penghasil emisi jelas tidak akan menanggung biaya tersebut. Kebanyakan masyarakat yang terkana dampak adalah kelompok masyarakat yang memang tidak banyak mempunyai pilihan, baik tempat tinggal maupun aktivitas lainnya. Padahal, setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat (pasal 5 ayat 1 UU No.23 Tahun 1997). Pencemaran udara yang terjadi menyebabkan sebagian besar orang kehilangan hak tersebut, malah harus menanggung akibatnya.

Salah satu korban pencemaran udara adalah anak sekolah, karena sekolahnya terletak di pinggir jalan Kota Banjarmasin, sehingga secara langsung mereka menghirup asap knalpot pada hari-hari sekolah yang potensial terancam terkena gangguan kesehatan. Anak sekolah ini bukanlah pengendara yang lalu lalang di depan sekolahnya, tentunya bukan penghasil pencemar udara, tapi termasuk orang yang tidak mampu menolak dampak pencemaran udara

Begitu juga dengan masyarakat miskin, khususnya yang bergerak di sektor informal (misal pedagang kaki lima) dan rumah-rumuh kumuh perkotaan, yang juga tidak punya pilihan lain, sehingga harus menghirup asap kendaraan. Hal ini jelas mengungkapkan bahwa udara bersih tidak merupakan hak setiap orang, mungkin lebih tepatnya hanya bagi mereka yang mampu membeli rumah di daerah yang hijau dan bersih.

Sebenarnya, miskin ataupun kaya, semua orang menghirup udara yang sama sebagai barang publik (public goods). Jadi, semua orang harus secara sadar untuk menjaga kualitas udara, jangan sampai fungsi udara dalam menunjang kehidupan mulai menurun dan terasa dampaknya baru menjadi peduli. Karena setiap upaya pemulihan terhadap kualitas udara tidak dapat langsung dirasakan hasilnya, bisa jadi prosesnya sampai puluhan tahun.

B.     Solusi Untuk Mengurangi Pencemaran Udara Di Banjarmasin
Dalam pengendalian pencemaran udara, salah satunya solusinya dengan memperketat uji emisi terhadap kendaraan bermotor, yang dominan menjadi sumber pencemar udara. Tapi, hal tersebut masih bergerak dalam kotak yang sempit dan terbatas. Pengendalian pencemaran udara sudah seharusnya melibatkan semua pihak yang terkait (stakehorders), yaitu pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sipil.

Khusus kota Banjarmasin, perlu dipikirkan bagaimana mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam pusat kota. Salah satunya, misalnya menentapkan suatu kawasan yang bebas dari kendaraan bermotor kecuali kendaraan umum (taksi kota). Kawasan tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan umum, seperti kawasan pertokoan. Atau, pemerintah bisa juga membuat kebijakan yang menerapkan sistem parkir yang sangat mahal pada kawasan pertokoan dan/atau di pusat kota, sehigga secara tidak langsung memaksa orang untuk menggunakan kendaraan umum untuk masuk kota. Jadi, kebijakan perparkiran memasukkan biaya lingkungan khususnya pencemaran udara, di mana semakin dekat dengan pusat kota semakin mahal. Misalnya dari Km. 1, sudah diterapkan sistem parkir mahal, sehingga masyarakat pengguna kendaraan dapat berpikir untuk memparkir kendaraannya di wilayah sebelum Km.1, dan melanjutkan perjalanannya dengan kendaraan umum saat masuk ke pusat kota atau ke tempat tujuan. Penerapan sistem parkir ini harus ditunjang dengan pengadaan kendaraan umum yang baik, bersih, murah, dan tepat waktu. Sementara, penghijauan di sepanjang jalan harus menjadi prioritas untuk menyenangkan pejalan kaki.

Disamping itu, keberadaan Hutan Kota sangat penting dalam upaya pengendalian pencemaran udara. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 63 tahun 2002, hutan kota dapat dibangun dengan luas paling sedikit 0, 25 hektar di wilayah perkotaan. Hutan kota merupakan ekosistem buatan dalam mengatasi masalah lingkungan di dalam kota, seperti pencemaran udara dan kebisingan. Karena hutan kota dapat meredam kebisingan, menyerap panas, meningkatkan kelembaban, mengurangi debu, dam menyerap polutan. Berdasarkan penelitian Riaharti Zulfahani tentang Peran Hutan Kota dalam Menurunkan Tingkat Kebisingan dalam EnviroScieniteae 1 (1), 29-35, 2005 (www.psdal-unlam.net), jurnal ilmiah Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Pascasarjana Unlam, bahwa hutan kota Sabilal Muhtadin Banjarmasin dapat menurunkan tingkat kebisingan lalu lintas sebesar 12,07 persen.

C.    Faktor Penyebab Pencemaran Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1) Faktor alam (internal), yang bersumber dari aktivitas alam, contoh :
– abu yang dikeluarkan akibat letusan gunung berapi
– gas-gas vulkanik
– debu yang beterbangan di udara akibat tiupan angin
– bau yang tidak enak akibat proses pembusukan sampah organik
2) Faktor manusia (eksternal), yang bersumber dari hasil aktivitas manusia, contoh :
– hasil pembakaran bahan-bahan fosil dari kendaraan bermotor
– bahan-bahan buangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai zat kimia organik dan anorganik
– pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara
– pembakaran sampah rumah tangga
– pembakaran hutan

D.    Klasifikasi Bahan Pencemar Udara
Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.
Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder :

1.Polutan primer
Polutan primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara atau polutan yang dikeluarkan langsung dari sumber tertentu, dan dapat berupa:
a)      Polutan Gas terdiri dari:
Senyawa karbon, yaitu hidrokarbon, hidrokarbon teroksigenasi, dan karbon oksida (CO atau CO2) karena ia merupakan hasil dari pembakaran
Senyawa sulfur, yaitu oksida.
Senyawa halogen, yaitu flour, klorin, hydrogen klorida, hidrokarbon terklorinasi, dan bromin.
b)      Partikel
Partikel yang di atmosfer mempunyai karakteristik yang spesifik, dapat berupa zat padat maupun suspensi aerosol cair sulfur di atmosfer. Bahan partikel tersebut dapat berasal dari proses kondensasi, proses  (misalnya proses penyemprot/ spraying) maupun proses erosi bahan tertentu.

2.Polutan Sekunder
Polutan sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer ekunder biasanya terjadi karena reaksi dari dua atau lebih bahan kimia di udara, misalnya reaksi foto kimia. Sebagai contoh adalah disosiasi NO2 yang menghasilkan NO dan O radikal. Proses  kecepatan dan arah reaksinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
– Konsentrasi relatif dari bahan reaktan
– Derajat fotoaktivasi
– Kondisi iklim
– Topografi lokal dan adanya embun.

E.Zat-Zat Pencemaran Udara
Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain:
Karbon monoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, CFC, Timbal dan Karbondioksida.
1. Karbon monoksida (CO)
Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan bermotor.
2. Nitrogen dioksida (NO2)
Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
3. Sulfur dioksida (SO2)
Gas yang berbau tajam, tidak berwarna dan tidak bersifat korosi. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur terutama batubara. Batubara ini biasanya digunakan sebagai bahan bakar pabrik dan pembangkit tenaga listrik.
4. Partikulat (asap atau jelaga)
Polutan udara yang paling jelas terlihat dan paling berbahaya. Dihasilkan dari cerobong pabrik berupa asap hitam tebal. Macam-macam partikel, yaitu :
– Aerosol : partikel yang terhambur dan melayang di udara
– Fog (kabut) : aerosol yang berupa butiran-butiran air dan berada di udara
– Smoke (asap) : aerosol yang berupa campuran antara butir padat dan cair dan melayang berhamburan di udara
– Dust (debu) : aerosol yang berupa butiran padat dan melayang-layang di udara
5. Hidrokarbon (HC)
Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna.
6.Chlorofluorocarbon (CFC)
Gas yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi. Dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, alat pemadam kebakaran, pelarut, pestisida, alat penyemprot (aerosol) pada parfum dan hair spray.
7.Timbal (Pb)
Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.
8. Karbon Dioksida (CO2)
Gas yang dihasilkan dari pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan pabrik serta gas hasil kebakaran hutan.

F. Dampak Terhadap Kesehatan
– Dampak Negatif
Dari segi kesehatan dampak pencemaran udara oleh debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru (bronchitis) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan dampak pencemar udara oleh zat kimia seperti Karbon Monoksida bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada hemoglobin (metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah merah). Dan selain itu penyakit yang timbul adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada tahun 1998. Dari segi ekonomi dampak pencemaran udara yaitu dengan hasil kajian Bank Dunia menemukan dampak ekonomi akibat pencemaran udara di Indonesia sebesar Rp 1,8 triliun yang pada 2015 akan mencapai Rp 4,3 triliun. Dari segi sosial pencemaran sangat merugikan, orang-orang sudah tidak dapat menikmati udara sehat lagi, setiap hari harus bertemu dengan asap, aktivitas sosial juga terhambat dan lain-lain.
Dari segi pendidikan pencemaran udara dapat mempengaruhi tingkat belajar para pelajar, mereka terhambat dalam hal berpikir dan juga dalam menyelesaikan satu permasalahan. Dari segi pertanian dan perkebunan pencemaran udara juga sangat berpengaruh, kurangnya lahan hijau yang menjadi tempat pohon-pohon untuk melakukan proses fotosintesis karena Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam menjadikan sirkulasi udara kita berkurang, dan menjadikan udara kotor dan tidak baik untuk kita hirup. Dan dampak yang lainnya adalah :
a. Hujan Asam
pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain :
– Mempengaruhi kualitas air permukaan
– Merusak tanaman
– Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
– Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

b.Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

c. Kerusakan Lapisan Ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

– Dampak Positif
Ternyata selain menimbulkan dampak yang negatif terdapat pula efek positif dari terjadinya pencemaran udara. Hal itu antara lain :

– Manusia mulai sadar akan kelestarian dan kebersihan alam
– Munculnya banyak ide tentang gerakan peduli lingkungan
– Munculnya ide untuk menciptakan alat pembersih udara (air purifier)

G.    Solusi Mengurangi Pencemaran Udara
Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi udara, maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut, antara lain :

1). Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah :
Untuk udara yang mengandung gas atau uap
– Dengan cara mencuci, yaitu udara dialirkan ke dalam air atau cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam udara kotor tersebut sehingga terikat.
– Dengan jalan membakar, yaitu udara yang kotor di lewatkan pada alat pembakar agar terbakar semua.
Untuk udara yang mengandung debu atau alkohol :
– Udara kotor yang akan di buang di alirkan dalam satu kamar khusus, yang di sebut kamar pengendap agar debu-debunya mengendap.
– Udara kotor di lewatkan pada alat khusus perangkap kelembaban sehingga partikel yang ada di dalamnya tidak ikut bersama aliran udara.
– Udara kotor di lewatkan pada ruangan khusus secara melingkar-lingkar (cyclone) sehingga partikel yang terdapat di dalamnya melekat di dinding.
Dengan presipitasi dinamis, alat yang bentuknya seperti baling-baling yang menyebabkan partikel-partikel yang terdapat pada udara kotor terhempas dan terkumpul di sekitar baling-baling. Partikel-partikel yang terdapat dalam udara kotor di saring dengan suatu filter khusus.  Partikel dalam udara kotor di endapkan secara elektrik karena adanya perbedaan tegangan listrik di antara dua kutub listrik.

2). Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari. Bagi kendaraan bermotor yang sisa pembakarannya lebih banyak, sebaiknya menggunakan jalan-jalan di pinggir kota.

3). Melakukan penghijauan kota, karena tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan oksigen pada siang hari di samping menyerap karbon dioksida dari udara. Oleh alam, hujan yang turun menyebabkan kotoran di udara berkurang dan angin akan menyebabkan kotoran di udara tersebar luas, sehingga tidak terkonsentrasi pada daerah tertentu.

sumber :

https://borneojarjua2008.wordpress.com/2008/12/18/udara-di-kalsel-tidak-sehat/

10 Fenomena Alam Paling Aneh di Seluruh Dunia

  1. Bioluminescence

p1 Jervis-Bay-Australia-the-Bioluminescence-2

Apa yang Anda lihat adalah pantai dengan air yang menyala berwarna biru. Bukan dalam film fantasi, sebab ini benar-benar terjadi. Fenomena alam ini disebut bioluminescence, yaitu emisi cahaya yang dihasilkan oleh makhluk hidup karena adanya reaksi kimia tertentu.

Bioluminescence telah ditemukan secara alami pada banyak makhluk hidup seperti bakteri dan organisme lain di perairan.

  1. Lenticular Clouds

4my587a81lf6 dgsgsg

Gambar di atas bukanlah penampakkan kedatangan UFO. Itu adalah awan yang bernama Lenticular Clouds. Awan ini berlapis-lapis dan terbentuk karena adanya udara lembab yang dipaksa mengalir ke atas di sekitar puncak gunung.

Para pilot pesawat akan sebisa mungkin menghindari terbang di dekat awan ini karena akan memicu turbulensi yang kuat.

  1. Finnish Lapland

lapland f

Foto di atas diambil di Lapand, salah satu daerah terluas di Finlandia. Pada musim dingin, patung-patung aneh seperti gambar di atas akan terbentuk.

Penjelasannya, patung-patung tersebut sebenarnya adalah benda-benda biasa seperti pohon. Tetapi, karena tebalnya salju, benda-benda tersebut terselimuti dan membentuk objek-objek yang aneh.

  1. Morning Glory Clouds

caahcsd     hqdefault

Morning Glory Clouds adalah jenis awan yang sangat langka. Awan yang memanjang ini bahkan dapat meregang sepanjang 1000 km dan berada pada ketinggian hingga 2 km.

Salah satu tempat yang cukup sering mengalami fenomena ini adalah Burketown, Queensland, Australia. Di sana, awan ini terjadi tiap musim semi. Awan ini dapat menyebabkan turbulensi yang hebat pada pesawat terbang.

  1. Waterspouts

water-spouts-lake-michigant-935   waterpouts

Waterspouts adalah tornado yang terbentuk di atas air. Waterspouts dapat mencapai kecepatan hingga 305 km/jam.

  1. The Everlasting Storm

content_lightening-storm-Venezuela-   kj

Foto di atas memang cukup menyeramkan dan benar-benar terjadi. Dinamakan The Everlasting Storm, peristiwa alam ini terjadi di Venezuela. Di sungai Catatumbo, awan yang sangat unik berputar dan menciptakan petir seperti gambar di atas.

Bukan tanpa alasan petir ini disebut dengan The Everlasting Storm. Pasalnya, petir ini terus keluar hingga 160 hari dalam setahun, 10 jam per hari dan 280 kali per jam.

  1. The Gateway to Hell

Mesmerized-at-the-Door-to-Hell   shklavgagcb

Namanya memang menyeramkan, tetapi sebenarnya fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah. The Gateway to Hell yang berada di Turkmenistan ini merupakan tempat dimana gas alam keluar melalui celah-celah bebatuan. Saat ada pemicu, maka tempat yang penuh dengan gas tersebut pun terbakar.

Fenomena ini bukanlah satu-satunya, salah satu tempat yang mirip adalah gunung Yanar Dag di Azerbaijan.

  1. Spherical Boulders

kihahvaha   hk.

Apa yang Anda lihat bukanlah bola atau benda lainnya yang dibuat manusia. Benda berbentuk bulat sempurna ini adalah murni bentukan alam selama 60 juta tahun.

Bola ini awalnya dibentuk di dasar laut. Tetapi, karena erosi pantai, bola ini pun dapat dilihat orang lain.

  1. Crop Circles in Water

lakvdjvds  jsdajv;;gjz

Pola-pola seperti pada gambar di atas tidaklah berada di ladang jagung seperti crop circles pada umunya, melainkan berada di salah satu dasar laut perairan Jepang. Ditemukan beberapa crop circles yang memiliki pola berbeda-beda.

Temuan yang mengejutkan adalah, pola-pola ini ternyata diproduksi oleh ikan kecil yang memiliki panjang tidak lebih dari 5 inci. Pola-pola ini dibuat oleh mereka dengan tujuan menarik pasangan.

  1. Underwater Rivers

Anatoly-Beloshchin-Underwater-River-6   svbd

Sungai bawah laut ini tidak terjadi karena faktor supranatural. Fenomena ini sepenuhnya ilmiah. Terletak di Cenote Angelita, Mexico, sungai bawah laut ini terjadi karena beberapa zat seperti hidrogen sulfur menyatu dengan sebagian air. Air yang tercampur tersebut akhirnya jatuh dan membentuk aliran yang terpisah.

CATATAN

yang tidak tau maksud dari Turbulensi di sini saya akan memaparkan pengertian dari Turbulensi

Turbulensi adalah perubahan kecepatan aliran udara yang sering terjadi pada skala kecil, jangka waktu yang pendek, serta acak. Dengan kata lain, ketika kecepatan aliran udara dan atau arah pergerakannya berubah dengan cepat, maka pada saat itu dapat dikatakan telah terjadi turbulensi udara (Wagtendonk, 2003). baca lebih lengkap nya di(http://informasitips.com/apa-itu-turbulensi-dan-pengaruhnya-bagi-pesawat )

Terimakasih telah berkunjung 🙂

Sumber

Rio Apinino.http://lifestyle.liputan6.com/read/2163745/10-fenomena-alam-paling-aneh-di-seluruh-dunia?p=10.22 Jan 2015

Satu warga Merangin tewas dihantam banjir bandang

khj

Jambi (ANTARA News) – Satu Warga Kecamatan Pangkalan Jambu Kabupaten merangin Provinsi Jambi, meninggal dunia karena terbawa arus banjir bandang yang menghantam tujuh desa di daerah tersebut, Jumat dini hari.

Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Provinsi Jambi, Purwoko, ketika dihubungi mengatakan, banjir bandang di Pangkalan Jambu tersebut terjadi pukul 01.00 hingga pukul 05.00 WIB.

“Satu orang tua berjenis kelamin laki-laki meninggal dunia, kuat dugaan orang tua tersebut terseret arus. Kita belum mengetahui identitas korban karena masih menunggu laporan tim dari BPBD Kabupaten, korban ditemukan pukul 06.30 WIB,” kata Purwoko di Jambi, Jumat.

Purwoko mengungkapkan, lokasi banjir bandang merupakan lokasi Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), dan aliran sungai di daerah tersebut juga sudah buruk akibat aktivitas PETI.

“Aliran sungai memang buruk, alirannya tidak beraturan lagi, selain itu lubang galian bekas penambang emas juga banyak sekali. Lubang-lubang itu digali mengunakan ekskavator, ya kalau sudah hujan lebat semalaman beginilah jadinya,” katanya menjelaskan.

Banjir bandang itu kata Purwoko tidak meratakan rumah-rumah warga, namun genangan lumpur pekat bertahan lama di dalam rumah warga hingga pagi.

Dia juga mengungkapkan bahwa BPBD sebelumnya sudah memprediksi bakal terjadi banjir bandang di aliran sungai yang digunakan untuk mencari emas tersebut. Di antaranya Sungai Manau, Perentak dan Pangkalan Jambu.

“Ekskavator di tiga daerah itu memang banyak sekali yang menggali sungai untuk mencari emas, ini sudah prediksi kita. BPBD Kabupaten Merangin pun sudah kita ingatkan agar siap siaga,” katanya.

Saat ini, kata Purwoko tim BPBD Kabupaten masih berada di lokasi mendata kerusakan dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke rumah warga.

Sumber :

Saputra Dodi.http://www.antaranews.com/berita/501139/satu-warga-merangin-tewas-dihantam-banjir-bandang 2015