Tambang Emas Ilegal Picu Banjir Bandang di Merangin Jambi

ffyyyffyyy

Jambi – Kegiatan penambangan emas tanpa izin yang tidak terkendali selama ini menjadi penyebab utama terjadinya banjir bandang di delapan desa wilayah Kecamatan Pangkalan Jambu dan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi.

Penambangan ilegal yang meluas ke kawasan hulu sungai merusak hutan resapan air, menghancurkan tebing sungai dan menyebabkan pendangkalan atau sedimentasi sungai.

Kondisi itu membuat sungai di Kecamatan Pangkalan Jambu dan Sungaimanau, Merangin, itu sering meluap secara tiba-tiba jika curah hujan meningkat.

Luapan sungai mengakibatkan datangnya banjir bandang. Untuk mencegah banjir bandang di daerah tersebut, kegiatan penambangan ilegal harus dihentikan, penghijauan ditingkatkan dan normalisasi sungai segera dilakukan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Merangin, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Munggaran Kartayuga ketika meninjau lokasi banjir bersama Bupati Merangin, Al Haris di beberapa desa yang diterjang banjir bandang di Kecamatan Pangkalan Jambu, Merangin, Jumat (12/6).

Tujuh desa yang diterjang banjir berada di Kecamatan Pangkalan Jambu dan satu desa di Kecamatan Sungaimanau. Seluruh desa yang diterjang banjir bandang tersebut merupakan lokasi penambangan emas tanpa izin di Merangin.

Menurut Munggaran, pihaknya sudah sering melakukan razia penertiban penambangan ilegal di Kecamatan Pangkalan Jambi.

Namun tidak lama setelah razia, kegiatan penambangan ilegal di daerah itu kembali beroperasi. Banjir bandang dan longsor juga sudah sering melanda beberapa desa di Pangkalan Jambi. Tetapi bencana alam tersebut belum membuat para penambang emas tradisional di daerah itu jera.

Sementara itu Bupati Merangin, Al Haris ketika mengunjungi korban banjir di Desa Tiga Alur, Pangkalan Jambu, Merangin, Jumat (12/6) mengatakan pihaknya akan segera melakukan normalisasi sungai yang rusak akibat penambangan ilegal di Kecamatan Panggalan Jambu.

Al Haris juga mengimbau warga di daerah itu menghentikan penambangan ilegal untuk menyelamatkan Kecamatan Pangkalan Jambi dari banjir bandang.

Ketika mengunjungi korban banjir di beberapa desa, Kecamatan Pangkalan Jambu, Al Haris menyerahkan bantuan pangan, air bersih dan obat-obatan kepada para korban banjir.

Kemudian pihak BPBD Provinsi Jambi dan Merangin juga disiagakan di desa yang diterjang banjir mengantisipasi banjir bandang susulan.

Sementara itu, arus lalu lintas Kota Bangko, Merangin – Sungaipenuh, Kerinci yang sempat lumpuh setengah hari akibat longsor di ruas jalan Batang Merangin, Jumat (12/6) sudah normal kembali.

Timbunan material tanah, batu dan kayu yang menutupi jalan berhasil dibersihkan setelah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jambi mengerahkan satu unit alat berat ke lokasi longsor.

Al Haris mengatakan, arus lalu lintas Bangko – Sungaipenuh sejak Jumat (12/6) sudah normal kembali karena jalan yang tertimbun longsor sudah dibersihkan. Namun alat berat masih disiagakan di ruas jalan penghubung Kota Jambi – Kerinci itu mengantisipasi longsor susulan.

Banjir menyebabkan sekitar 414 unit rumah dan beberapa fasilitas umum terendam banjir dan lumpur. Desa yang paling parah diterjang banjir, yakni Desa Tiga Alur.

Banjir juga menyebabkan seorang warga Desa Tiga Alur, Kecamatan Pangkalan Jambi, Syah Danur (58) tewas terseret banjir.

Kemudian ratusan hektare sawah warga di beberapa desa, kecamatan Pangkalan Jambu rusak diterjang banjir bandang. Banjir menyebabkan ratusan warga di lokasi banjir mengungsi, namun mereka sudah kembali ke rumahnya karena banjir bandang sudah surut Jumat pagi.

Camat Pangkalan Jambu, Kamel di Merangin, mengatakan, warga yang berada di delapan desa yang dilanda banjir bandang hingga Sabtu (13/6) masih waspada menyusul banjir bandang yang melanda desa mereka.

Warga desa khawatir terjadinya banjir bandang susulan karena curah hujan di daerah itu masih tinggi. Untuk mengantisipasi banjir bandang susulan, warga di delapan desa di lokasi banjir membentuk pos siaga banjir.

sumber :

http://www.beritasatu.com/nasional/282172-tambang-emas-ilegal-picu-banjir-bandang-di-merangin-jambi.html.13 Juni 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s